TEMA: BAWALAH YESUS SEKARANG KE MEDIA SOSIAL
Tempat :MCC Ruteng, Minggu, tanggal 5 Januari 2014 adalah Hari Anak Misioner Sedunia yang ke 171,tetapi Sekami Keuskupan Ruteng Merayakan Hari Anak Misioner ke 169 di rayakan bersama pada Minggu,tanggal 9 Februari 2014
Penyelenggara: Komisi KKI Keuskupan Ruteng, Direktris KKI Keuskupan Ruteng Sr.Gabriella,
MCC,9 Februari 2014 di kota Ruteng menjadi semarak dengan adanya utusan SEKAMI dari berbagai paroki dari tiga kevikepan untuk mengikuti perayaan Hari Anak Dan Remaja Misioner yang ke 171. Rasa syukur Perayaan ini, diawali dengan Perayaan Ekaristi di gedung MCC Pemerintah Kabupaten Manggarai yang dipimpin oleh Romo Vikjen Keuskupan Ruteng yaitu Romo Alfon Segar,Pr, dan didampingi oleh Romo Edi Jelahu,pr sekau ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Ruteng. Kebahagiaan mereka bukan karena terpancar dari wajah-wajah tetapi dari kesuksesan mereka seperti menyanyi,lawak,dan cerita –cerita lucu.atraksi,dan gerak dan lagu-lagu Sekami dan lain-lain.peserta tersebut berasal dari berbagai paroki di keuskupan Ruteng, dan dan diwakili dari tiga kevikepan dan setiap paroki dihadiri 2 orang Pembina.
Dalam kotbahnya Romo Vikjen mengatakan bahwa,kita harus mebawa Yesus ke media social untuk mewartakan kerajaan_NYA demi membangun Gereja Manggarai yang beriman Solid,Mandiri,dan Solider,dan menjadi pewarta bagi keluarga,guru,dan sesama yang membutuhkannya untuk kedepan, dan untuk memperbaharui panggilan mereka sebagai Anak-Anak dan Remaja Misioner dan mereka mencintai Gereja melalui semangat solidaritas bagi teman-teman yang membutuhkan.kedepan juga akan mempunyai misionaris-misionaris yang handal dan mencintai Gereja. Hadir juga saat itu Bapak Bupati Manggarai yang di wakili oleh Asisten I Kabupaten Manggarai.
setelah perayaan Ekaristi selesai, mereka membawakan acara-acara/ atraksi yang semakin menambah semaraknya acara tersebut.setiap anak masing-masing mempunyai gaya yang berbeda-beda dan acara tersebut sangat meriah sekali.semoga mereka tetap menjadi bintang dalam keluarga,masyarakat dan sesama dan membangun Gereja yang beriman solid,mandiri dan solider dan menjadi pewarta bagi sesama yang membutuhkannya untuk membangun Gereja Manggarai di masa yang akan datang.
Penulis
Gusty Sabin ( Staf KKI-KR)
Senin, 24 Maret 2014
Hari Raya Anak Dan remaja Misioner Sedunia yang ke 171 Di MCC Pemda Kab.Manggarai ruteng
Posted in |
3/24/2014 08:35:00 PM | by Unknown
Kamis, 28 November 2013
Menjadi Sebab, Bukan Akibat: Belajar dari Perseteruan Farhat Abas dan Al-El
Posted in Artikel dan Inspirasi |
11/28/2013 07:43:00 PM | by Unknown
Hari-hari terakhir ini, saya mulai muak melihat pemberitaan media, khususnya di pagi hari. Bagi saya pagi hari adalah awal kita berbagi energi dan inspirasi positif pada sesama. Tapi, kisah perseteruan antara orang tua bermental kanak-kanak bernama Farhat Abas (suami Nia Daniaty) dengan kakak beradik, anak musisi Ahmad Dhani, Al dan El, sungguh menguji proses pendewasaan emosi dan spiritualitas saya sebgai manusia.
Manusia memang sering bertindak keterlaluan,
tidak logis, dan hanya mementingkan diri sendiri; tapi bagaimanapun, Sang Pemaaf mengajarkan pada kita memaafkan mereka...
Inspirasi dari Poetry In Motion
Posted in Artikel dan Inspirasi |
11/28/2013 07:13:00 PM | by Unknown
Sebuah puisi hanya seindah pribadi yang membacanya...
Seseorang dengan hati yang kering dan retak-retak tidak akan pernah bisa menghayati keindahan dari puisi yang dibacanya. Karena seseorang yang mengenali keindahan sebuah puisi, sebetulnya sedang mengenali keindahan yang ada di dalam hatinya sendiri, melalui pilihan kata-kata yang peka dan cerdas dari penulis puisi itu.
Dan bagi saya, alam ini adalah penulis puisi yang hebat, yang selalu bergerak, bertumbuh dan berkembang, bahkan menghilang. Itulah poetry in motion.
Jika teman-teman berkunjung di link puisi blog ini, teman-teman akan melihat karya-karya indah dari adik-adik Sekami Keuskupan Ruteng dalam alunan puisi. Mereka menarikan pena di panggung secarik kertas, beberapa hari lalu.
Rabu, 27 November 2013
Inspirasi Indonesia Mengajar
Posted in Artikel dan Inspirasi |
11/27/2013 07:35:00 PM | by Unknown
Saya mengetahui program 'Indonesia
Mengajar' pertama kali saat
melihat posternya di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan gambar Bung Karno
sedang mengajar. Program 'Indonesia Mengajar' ini berdiri
pada 2010 dan sudah mengirim lebih dari 240 Pengajar Muda dari lima angkatan
untuk mengajar selama satu tahun di berbagai sekolah di pelosok Indonesia. Saat
ini, Indonesia Mengajar sedang mempersiapkan angkatan keenam. Belasan ribu
sarjana Indonesia dari berbagai latar belakang perguruan tinggi, suku, dan
agama mendaftarkan diri. Ada proses seleksi yang panjang untuk menemukan mereka
yang paling berprestasi, memiliki semangat juang, berjiwa kepemimpinan, serta
mempunyai kreativitas dan motivasi untuk berbagi.
Senin, 25 November 2013
Ketika Pena Menyirami Alam, Itulah Perayaan Kehidupan
Posted in Artikel dan Inspirasi,Berita |
11/25/2013 06:58:00 PM | by Unknown
Selamat Pagi, Sahabat Sekami!
Bagi saya (maaf), Indonesia boleh dibagi
secara artifisial menjadi dua dunia. Katakanlah dunia politis dan sosiologis.
Kalau teman-teman membaca koran halaman politik hari-hari ini, yang tersaji tentang
Indonesia tak lain adalah dunia yang warna dominannya adalah kelam kelabu. Sebaliknya,
Indonesia yang bewarna utama cerah cemerlang, sepertinya hanya terbentang di ranah sosiologis.
Sebuah
kegiatan yang digagas oleh Komisi KKI dan JPIC Keuskupan Ruteng, minggu lalu (22-24 November 2013), dengan tema besar 'Ekologi dan Jurnalistik', secara pribadi seolah-olah menyadarkan saya bahwa Indonesia, khususnya gereja Katolik, masih menyimpan optimisme, meski harapan itu dimiliki oleh anak-anak, remaja, dan kaum muda lainnya. Bahwa ternyata, gereja Katolik mampu memberi sumbangsih dan karya nyata bagi Indonesia.
Kesan yang muncul di akhir kegiatan adalah kisah-kisah inspirasi, tentang sebuah pembiasaan diri terhadap hal-hal baik, entah itu terhadap lingkungan maupun aktivitas menulis. Terlepas dari sifatnya
yang sekadar training singkat, kegiatan ini bisa dipakai untuk membaca
situasi kehidupan gereja dan anak-anak di Indonesia, khususnya Ruteng, dalam proses hidup bersama alam dan lingkungan.
Saya teringat akan kisah salah satu pastor yang membaktikan hidupnya untuk kegiatan pelestarian lingkungan di Kalimantan. Ialah Pastor Samuel Oton Sidin yang tergerak untuk memulihkan
lahan kritis di Pontianak.
Senin, 18 November 2013
The Meaning of Name, Name of the Meaning
Posted in Artikel dan Inspirasi |
11/18/2013 07:48:00 PM | by Unknown
Some of us will do our jobs well and some will not, but we will be judged by only one thing, the result.
– Sir Alex Ferguson
Sir Alex Ferguson, seorang pelatih sepakbola tersukses di Liga Premier Inggris, sekaligus pelatih paling sukses dan paling lalma bertahan di satu klub (Manchester United) sedaratan Britania Raya. Begitu mendengar nama Sir Alex Ferguson, pikiran kita langsung terkoneksi dengan kata 'SUKSES, MOTIVASI, INSPIRASI, DAN KEMENANGAN'.
Ia memenangkan 38 gelar juara dalam kurun waktu 26,5 tahun. Konon saking populernya, selain masuk dalam 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia dalam dua dekade terakhir, versi majalah Times. Ia juga merupakan tokoh paling populer di dunia, sebelum akhirnya 'dikalahkan' oleh Barrack Obama.
Batu Kecil
Posted in Artikel dan Inspirasi |
11/18/2013 07:17:00 PM | by Unknown
Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat
ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan
penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. Pekerja itu
berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising
dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.
Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama.
Minggu, 17 November 2013
Sang Idola
Posted in Artikel dan Inspirasi |
11/17/2013 07:31:00 PM | by Unknown
Pemuda
itu menangis tersedu. Butir-butir air mata membanjiri wajahnya yang terlihat
kuat langkahnya gontai tak bersemangat. “Aku seperti kehilangan panutan,”
bisiknya lirih. Perjalanan jauh ditempuhnya dari rumah hanya untuk menjumpai
seseorang yang selama ini dipanggilnya Bapak. Pemimpin, guru, tokoh idolanya
itu telah memberi banyak inspirasi dalam kehidupannya selama ini. Kepergiannya
untuk menyempurnakan kekaguman pada panutan hidupnya itu.
Tapi
apa yang disaksikannya?
Beberapa
hari mondok dan berguru, ternyata
Bapak tidak seperti yang diharapkan. Kehidupannya sama saja seperti manusia
lain. Bahkan sebenarnya tidak lebih dari manusia biasa yang penuh alpa. Semakin
hari, semakin terlihat segala perbuatan yang tidak sesauai dengan
ajaran-ajarannya selama ini. Yang membuatnya semakin kecewa, Bapak telah
menyelingkuhi Ibu, istri yang sekian lama mendampingi dalam susah dan senang.
Rabu, 13 November 2013
Jendela Rumah Sakit
Posted in Artikel dan Inspirasi |
11/13/2013 07:32:00 PM | by Unknown
Seringkali inspirasi datang dari sebuah hal kecil, dan seringkali pula kita mengabaikannya. Berikut ini inspirasi hidup dari sebuah jendela...
Dua
orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar
rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya
duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan
dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela
satu-satunua yang ada di kamar itu. Sedangkan
pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.
Setiap
hari mereka saling bercakap-cakap hingga berjam-jam. Mereka membicarakan istri
dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di masyarakat, dan
tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.
Pengampunan
Posted in Artikel dan Inspirasi |
11/13/2013 07:11:00 PM | by Unknown
Mengampuni adalah tugas pelayanan termudah untuk diucapkan, namun terberat untuk dilakukan. Mengampuni membutuhkan kekuatan hati dan emosi, kemampuan untuk mendengar, dan terpenting adalah keluasan hati serta pikir untuk memaafkan.
Berikut ini inspirasi bagi kita semua, akan arti sebuah pengampunan...
Saat Abraham Lincoln (1809-1865)
masih menjadi seorang pengacara muda, ia sering berkonsultasi dengan pengacara lain tentang
berbagai macam kasus yang ditanganinya. Suatu hari, ia duduk di ruang tunggu untuk menjumpai seorang
pengacara senior. Tapi, ketika tiba waktunya, pengacara itu hanya melihat
Lincoln sekilas dan berteriak, “Apa yang dia lakukan di sini? Singkirkan dia!
Aku tidak akan berurusan dengan seekor monyet kaku!”
Minggu, 10 November 2013
Otak Kanan yang Makin Dahsyat
Posted in Artikel dan Inspirasi |
11/10/2013 07:14:00 PM | by Unknown
Otak kanan seharusnya menjadi andalan bagi animator atau pendamping anak dan kaum muda (Katholik). Bahkan segala sesuatu yang dilakukan oleh animator harusnya dimulai dari bagian ini. Bagaimana cara mengasah otak kanan?
Penelitian akan penggunaan otak kanan semakin banyak dibahas. Pergeseran perhatian orang dari IQ (intellectual quotient)
menjadi EQ (emotional quotient) mulai menjadi titik awal bagaimana otak
kanan dianggap memiliki potensi terbesar dalam keberhasilan seseorang. Termasuk
pula dalam sistem pendidikan di Indonesia, yang dianggap kurang mengasah
perkembangan otak kanan. Itulah sebabnya pendidikan di Indonesia dapat membuat
orang pintar, namun tidak kreatif. Akan tetapi, kini mulai banyak orang yang
tersadarkan akan pentingnya otak kanan. Bukan apa-apa, dalam era kompetisi yang
semakin menghebat, setiap orang tidak hanya dituntut pintar, namun juga
diharuskan memiliki kemampuan dalam berkreasi dan berimprovisasi sehingga
semakin membumikan atau memanusiakan pikiran-pikiran yang ada di otak kiri.
Seperti mereka
yang bergerak di bidang marketing, para penggerak dan pembina anak dan kaum
muda, otak kanan jelas harus banyak dipergunakan. Sekalipun Peter Fisk dalam
bukunya Marketing Genius juga ‘mewanti-wanti’ agar para marketer jangan
terlalu ‘kebablasan’ dalam mempergunakan otak kanan. Sebab, kreativitas yang
muncul nanti bisa tidak sesuai dengan kebutuhan pasar lantaran tidak
mempergunakan otak kiri untuk menganalisa kebutuhan konsumen.
Dunia anak dan
remaja banyak memulai sesuatu dari otak kanan. Sebagai contoh, dalam new
program development, tahap paling awal adalah idea generation, dan itu berarti memulai dengan otak
kanan, karena kreativitas hanya ada di otak kanan. Demikian pula dalam
pengembangan program, otak kananlah yang harus banyak berfungsi.
The Sekami Dream
Posted in Artikel dan Inspirasi |
11/10/2013 07:11:00 PM | by Unknown
Sahabat sekalian mungkin pernah mendengar yang namanya The American Dream. ‘The American
Dream’ adalah sebuah ungkapan sangat populer yang menggambarkan etos bangsa
Amerika dalam melakukan mobilitas sosial untuk menggapai puncak kesuksesan
terlepas dari kelas, kasta, ras, agama, atau dari etnik mana mereka berasal.
Dalam karya klasiknya Epic of America (1931), penulis James Truslow
Adams mendefinisikan The American
Dream sebagai berikut:
“Life should be better and richer and fuller for everyone, with opportunity for each according to ability or achievement, regardless of social class or circumstances of birth.”
Dengan spirit ‘all men are created equal’, setiap
rakyat Amerika, apapun latar belakang mereka, punya kesempatan yang sama untuk
menjadi milyarder, bintang Hollywood yang moncer di seluruh jagad, atau tokoh
politik yang berlimpah kekuasaan. Karena itu The American Dream kemudian menjadi sebuah obsesi bagi setiap
rakyat Amerika dalam berjuang melakukan mobilitas sosial. Obsesi ini mulai
menjadi populer setelah Great Depression
tahun 1930-an dan mencapai critical mass
menyusul berakhirnya Perang Dunia II yang kemudian diikuti boom ekonomi Amerika Serikat.
Sosok-sosok ‘rakyat jelata’ yang berjuang dari nol hingga
menjadi tokoh sukses (from zero to hero) biasanya
didapuk sebagai ikon dari The American
Dream. Sebut saja tokoh-tokoh hebat, seperti Sam Walton, Elvis Presley, Michael Jackson,
Mohammad Ali, Michael Jordan, Bill Gates, Steve Jobs,
Donald Trump, Barrack Obama, Oprah Winfrey, hingga
Mark Zuckerberg. Mereka sering disebut sebagai ikon-ikon yang sukses
mewujudkan The American Dream, karena kerja keras sampai titik darah
penghabisan. Mereka ini adalah pribadi-pribadi yang menurut istilah saya
mempunyai heroic leadership.
Kamis, 07 November 2013
Pelatihan Pembina Sekami Se-Provinsi NTT di Bajawa
Posted in Berita |
11/07/2013 07:49:00 PM | by Unknown
Dua orang Pembina Sekami utusan Departemen Agama Kabupaten Manggarai Keuskupan
Ruteng, mengikuti kegiatan Pelatihan Pembina Bina Iman Anak (BIA), yang
berlangsung tanggal 17-20 Oktober 2013, di Bajawa Kabupaten Ngada. Kegiatan
tersebut diselenggarakan di Hotel Johny, Jl. Gajah Mada, Ngada.
Kami
berangkat dari Ruteng, Kamis tanggal 17 Oktober pukul 07.00, dengan
menggunakan travel, dan tiba di Bajawa pukul 12.30. Di sana, kami berkumpul dengan peserta lain sebagia utusan dari kabupaten-kabupaten lain di NTT. Setiap kabupaten mengirimkan setidaknya dua
orang pendamping/Pembina Bina Iman Anak. Peserta yang hadir pada kegiatan tersebut adalah utusan dari semua Kabupaten se-Propinsi NTT atau mewakili 7 keuskupan. Seluruh peserta pada saat check-in langsung diterima oleh panitia dari Kanwil Departemen Agama, Provinsi NTT, sekaligus
menyerahkan surat tugas dari Departemen Agama Kabupaten masing-masing. Adapun tema dari kegiatan pelatihan tersbeut adalah “MELALUI KEGIATAN
PEMBINAAN PARA PEMBINA BINA IMAN ANAK (BIA) KITA BERSINERGI MENINGKATKAN IMAN
ANAK MENUJU MASYARAKAT NTT YANG BERIMAN, CERDAS, RUKUN DAN SEJAHTERA (BERNAS)".
Jambore Nasional Sekami 2013 di Palasari, Bali
Posted in Berita |
11/07/2013 07:29:00 PM | by Unknown
Anak dan Remaja Misioner
utusan Keuskupan Ruteng mengikuti kegiatan Jambore Nasional di Palasari, Bali
yang berlangsung dari tanggal 26-30 juni 2013, yang bertemakan ”SEKAMI REMAJA MENYONSONG MASA DEPAN DALAM TERANG IMAN” . Peserta
utusan Keuskupan Ruteng berjumlah 33 anak dan remaja ditambah 10 pendamping. Utusan peserta
berasal dari tiga kevikepan dikeuskupan Ruteng yaitu:
Kevikepan Borong
Paroki Kisol 1 orang;
Paroki Borong 2 0rang dan ditambah 1 pendamping; dan
Paroki Mano 3 orang.
Paroki Kisol 1 orang;
Paroki Borong 2 0rang dan ditambah 1 pendamping; dan
Paroki Mano 3 orang.
Kevikepan Labuan Bajo
Paroki Labuan Bajo 3 orang; dan
Paroki Datak 2 orang dan ditambah 1 pendamping.
Paroki Labuan Bajo 3 orang; dan
Paroki Datak 2 orang dan ditambah 1 pendamping.
Kevikepan
Ruteng
Paroki Katedral 3 orang, ditambah 1
pendamping;
Paroki Cewonikit 2 orang;
Paroki Golodukal 2 orang;
Paroki Redong 2 orang dan ditambah 3
orang pendamping;
Paroki Kristus Raja 2 orang;
Paroki Kumba 2 orang dan ditambah 1
pendamping;
Paroki Poka 2 orang;
Paroki St. Kalus 2 orang;
Paroki Poco 2 orang dan ditambah 1 pendamping; dan
Paroki Reo 2 orang dan ditambah Suster Diridios
KKI keuskupan Ruteng.
Beberapa kegiatan
yang ditampilkan oleh peserta utusan Keuskupan Ruteng, antara lain adalah pentas
seni budaya (tarian adat Manggarai) dan animasi-animasi lainnya yang disesuaikan dengan tema dan agenda kegiatan Jambore Nasional. Dan pada puncak kegiatan Jambore
Nasional tanggal 30 Juni 2013, panitia mempercayakan kegiatan liturgi kepada peserta utusan Keuskupan Ruteng.
Minggu, 03 November 2013
25 Tahun Karya Sr. Gabriella, CB Menuai Terang dari Lentera Jiwa
Posted in Artikel dan Inspirasi |
11/03/2013 07:42:00 PM | by Unknown
Tahun ini, tepatnya 2
Oktober 2013, adalah perayaan 25 tahun karya pelayanan Sr. Gabriella, CB
sebagai seorang biarawati. Jika kita ibaratkan, menjadi seorang
biarawa/biarawati bagi gereja sebagai sebuah proyek, maka ini adalah sebuah
‘proyek percontohan berbiaya mahal’ tentang bagaimana memberdayakan potensi
diri untuk melayani sesama. Bisa dikatakan, proyek mercusuar di tengah kondisi
spiritualitas bangsa ini yang semakin amburadul tidak keruan. Tapi, usia 25
tahun (pesta perak) ini pun bisa menjadi oasis di tengah kerinduan akan
keraguan eksistensi umat Katolik secara umum di Indonesia, khususnya di
Keuskupan Ruteng. Dahsyat, Sr. Gabriella, CB (dan mungkin juga
biarawan/biarawati yang lain) bisa bertahan hingga sekarang!
Pertanyaan besarnya adalah,
apakah Sr. Gaby (demikian akrab disapa) sekadar bertahan dan bertahan? Apa
tidak mungkin untuk kemudian bertumbuh dan berkembang (tentu dalam konteks
kaderisasi)? Ini dia yang harus dijawab dengan tuntas melalui sebuah pemikiran
dan kerja yang tidak saja komprehensif, namun juga integrated.
Harus diakui, kita memang
bangsa yang piawai membikin dan mencetak (termasuk mencetak biarawan/biarawati),
tapi celakanya kita tidak pandai memasarkannya. Lebih celaka lagi, kita juga
ceroboh menjaga bikinan nenek moyang. Itu sebabnya, banyak biarawan/biarawati
keluar dari ‘penggilan’ hati dan lentera jiwanya sebagai pelayan Tuhan, bahkan
tidak jarang kita temui, banyak dari mereka yang pada akhirnya meninggalkan
Tuhan.
Namun, coba tengoklah
dengan mata hati yang jujur dan tulus akan capaian pelayanan Sr. Gaby dan
biarawan/biarawati lainnya hingga usia perak saat ini, bukan sebatas sebagai
sebuah keharusan dan kewajaran dalam berkarya dalam nama Tuhan. Pesta perak ini
harus dijadikan momentum untuk membuktikan bahwa Sr. Gaby dan
biarawan/biarawati lainnya adalah komunitas kecil yang siap memasarkan gereja
ke seantero jagat, dengan cinta kasih.
Kamis, 31 Oktober 2013
Kebiasaan Menepati Janji
Posted in Artikel dan Inspirasi |
10/31/2013 09:42:00 PM | by Unknown
Sering orang lain meremehkan kemampuan kita, itu hal biasa! Tidak perlu bimbang, marah, apalagi tersinggung. Yang penting, kita tetap yakin dan tidak meremehkan diri sendiri ...
Tindakan akan lebih berarti daripada sekadar ucapan. Karena itu, jika ada yang meremehkan kemampuan kita, tak perlu tersinggung, marah, apalagi patah semangat. Jangan pula menjadi ciut nyali dan rendah diri.
Sebab, masing-masing orang selalu terlahir dengan berbagai potensi. Maka, selalu gali potensi dan buktikan dengan tindakan serta dengan menunjukkan kemampuan. Justru, dengan diremehkan, harusnya kita bisa terpacu untuk memperlihatkan perbaikan. Untuk itu, penting selalu menanamkan keyakinan tentang kemampuan dalam diri, bahwa kita pasti bisa jika kita mau dan selalu berusaha. Dengan selalu menanamkan keyakinan kuat dalam diri, maka segala omongan negatif, segala hal yang mematikan semangat, dengan penyikapan yang benar, justru akan menghasilkan karya-karya yang hebat.
Selasa, 29 Oktober 2013
Menyirami Kesabaran, Memetik Keteduhan
Posted in Artikel dan Inspirasi,Berita |
10/29/2013 09:53:00 PM | by Unknown
Di hampir semua tradisi, ada banyak manusia yang menggunakan alam sebagai bahan utama dalam berkarya. Tidak semua orang cocok dengan pendekatan ini. Namun, bagi siapa saja yang memiliki pikiran terbuka, hati yang peka, serta batin yang kaya rasa, akan tahu ada banyak bahan pertumbuhan yang tersedia di alam sana.
Ada banyak bibit di dalam diri manusia. Ada bibit kebodohan, keserakahan, kemarahan, iri hati, dendam. Ada juga bibit kesabaran, kasih sayang, cinta, memaafkan, dan bahkan persahabatan. Pertanyaan berikutnya, bibit-bibit mana yang kita sirami setiap harinya?
Kita yang intensif bergumul dengan media (cetak, radio, televisi, internet, dan lain-lain) di awal abad ke-21 ini akan merasakan bila bibit-bibit kemarahan dan dendamlah yang paing banyak disirami manusia kebanyakan. Perhatikan apa yang disebut ‘berita’ oleh orang-orang media. Nyaris semuanya menyulut dendam dan kemarahan. Aspek-aspek kejadian yang membawa keteduhan dan kesejukan, masuk dalam klasifikasi ‘bukan berita’. Apalagi jika sudah berbicara rating.
Dan bila kemudian kehidupan, khususnya aspek spiritualitas menggereja ditandai oleh banyak kebakaran tentu karena kita ‘menyepakati’ pengertian berita yang amat membakar. Dalam kerangka itulah, KKI Keuskupan Ruteng bekerja sama dengan Mas Anang Tinosaputra (inspirator dan marketing consultant) dan Mas Heldy Ardiansyah (professional outbond trainer dan aktivis Mudika Keuskupan Denpasar) sebagai fasilitator, membuat sebuah terobosan pendampingan bagi para animator/animatris Sekami dan aktivis gereja se-Keuskupan Ruteng melalui sebuah kegiatan character building training selama 3 hari.
Langganan:
Postingan (Atom)



