Every day, God thinks of you. Every hour, God looks after you. Every minute, God cares for you. Because, every second He loves you.
RSS

Kamis, 31 Oktober 2013

Kebiasaan Menepati Janji


Sering orang lain meremehkan kemampuan kita, itu hal biasa! Tidak perlu bimbang, marah, apalagi tersinggung. Yang penting, kita tetap yakin dan tidak meremehkan diri sendiri ...

Tindakan akan lebih berarti daripada sekadar ucapan. Karena itu, jika ada yang meremehkan kemampuan kita, tak perlu tersinggung, marah, apalagi patah semangat. Jangan pula menjadi ciut nyali dan rendah diri.

Sebab, masing-masing orang selalu terlahir dengan berbagai potensi. Maka, selalu gali potensi dan buktikan dengan tindakan serta dengan menunjukkan kemampuan. Justru, dengan diremehkan, harusnya kita bisa terpacu untuk memperlihatkan perbaikan. Untuk itu, penting selalu menanamkan keyakinan tentang kemampuan dalam diri, bahwa kita pasti bisa jika kita mau dan selalu berusaha. Dengan selalu menanamkan keyakinan kuat dalam diri, maka segala omongan negatif, segala hal yang mematikan semangat, dengan penyikapan yang benar, justru akan menghasilkan karya-karya yang hebat.

Satu yang penting adalah, buatlah positioning dari potensi diri kita. Positioning inilah janji kita kepada siapapun di komunitas kita. Kita akan dipersepsikan seperti apa yang menjadi positioning kita. Tentunya, dengan ketepatan antara apa yang kita janjikan (komunikasikan) dengan apa yang kita lakukan.

Janji yang ditepati akan membuat diri kita takkan lagi terbebani dengan utang yang suatu saat ditagih kebenarannya...

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengucapkan kata atau kalimat yang mengandung janji. Sayangnya, kadang apa yang terucap dari mulut kita sekadar kalimat yang berakhir pada ucapan belaka. Janji yang terucap kadang tak kunjung menjadi nyata, bahkan hanya berujung pada bualan semata. Padahal sejatinya, janji adalah utang.

Janji menolong sahabat saat butuh bantuan, janji memberikan imbalan atas jasa yang diberikan, janji datang tepat waktu, janji tidak lagi berbohong, janji tidak berbuat kesalahan lagi, semua itu adalah utang yang wajib dilunasi. Semua itu adalah janji yang harus ditepati.

Janji yang ditepati akan meningkatkan kepercayaan orang lain kepada kita. Janji yang ditepati akan membuat orang tidak akan ragu memberikan kepercayaan kepada kita. 


Membangun manusia adalah membangun kepercayaan. Membangun pelayanan adalah membangun kepercayaan...

Membangun kepercayaan itu sama beratnya dengan membangun merek diri kita. Nama kita adalah merek kita. Jadi, ketika kita membuat janji, pertaruhan paling besar yang kita berikan kepada pihak yang diberi janji adalah nama baik kita ...
Oleh karena itu, biasakan menepati janji yang sudah terucap. Biasakan membayar janji dengan perbuatan nyata. Sebab, dengan menepati janji, diri kita akan menjadi insan mulia yang penuh makna, baik bagi diri maupun orang lain.

Bagi sahabat-sahabat yang minggu lalu mengikuti Character Building Training: Heroic Leadership 3.0, tentu memahami, apa yang menjadi janji kita sebagai manusia kepada Tuhan, gereja, dan sesama. Ya, janji pelayanan. 

Melayani adalah kata sakti dan ampuh bagi kita untuk menginspirasi dan mengubah dunia di sekitar kita. Melayani dengan cinta dan kasih adalah reason for being kita sebagai manusia dan kepanjangan tangan dari gereja dan Tuhan. So, apa yang terjadi dalam proses training kemarin, dan apa yang harus kita lakukan pasca-training, adalah bagian dari proses hidup kita untuk membuktikan janji kita, yaitu janji pelayanan penuh cinta kasih.

Karena sebuah janji pula, media komunikasi ini hadir di tengah-tengah kita. Janji untuk sebuah kebersamaan, kebersamaan yang menginspirasi banyak perbuatan.

0 komentar:

Poskan Komentar