Every day, God thinks of you. Every hour, God looks after you. Every minute, God cares for you. Because, every second He loves you.
RSS

Minggu, 17 November 2013

Sang Idola

Pemuda itu menangis tersedu. Butir-butir air mata membanjiri wajahnya yang terlihat kuat langkahnya gontai tak bersemangat. “Aku seperti kehilangan panutan,” bisiknya lirih. Perjalanan jauh ditempuhnya dari rumah hanya untuk menjumpai seseorang yang selama ini dipanggilnya Bapak. Pemimpin, guru, tokoh idolanya itu telah memberi banyak inspirasi dalam kehidupannya selama ini. Kepergiannya untuk menyempurnakan kekaguman pada panutan hidupnya itu.

Tapi apa yang disaksikannya?
Beberapa hari mondok dan berguru, ternyata Bapak tidak seperti yang diharapkan. Kehidupannya sama saja seperti manusia lain. Bahkan sebenarnya tidak lebih dari manusia biasa yang penuh alpa. Semakin hari, semakin terlihat segala perbuatan yang tidak sesauai dengan ajaran-ajarannya selama ini. Yang membuatnya semakin kecewa, Bapak telah menyelingkuhi Ibu, istri yang sekian lama mendampingi dalam susah dan senang.

Yups… Itu jadinya jika kita mengidolakan ‘siapa’ dan bukan ‘apa’-nya. Selama dia masih berwujud manusia, hendaknya kita bisa membedakan. Karena semakin kita merasa mengenalnya, maka dia akan semakin jauh dari citra yang sesungguhnya kau buat sendiri dalam pikiran-pikiranmu.

Mungkin kita juga pernah mempunyai perasaan serupa. Kekaguman kita pada pemimpin, guru, senio, selebritis, sahabat, bahkan orang tua kita sendiri, yang semula terlihat begitu sempurna, pupus seketika karena sesuatu hal. Namun yang sebenarnya terjadi adalah: cinta kita yang buta tidak memberi ruang sedikit pun kepada sisi kemanusiaan mereka, yang mungkin tidak pernah sempurna dari siapa pun.


Berfokus dan idolakanlah content, bukan context-nya. Bungkus, indahnya tidak selalu berbanding lurus dengan isinya. 

0 komentar:

Poskan Komentar